hujan dan kemarau
Kemarin aku bertemu dengan hujan dan kemarau yang sedang berdebat kecil di warung kopi di ujung jalan sana.
Tak jelas yang mereka debatkan, karena aku duduk cukup jauh dari mereka. Namun yang jelas, mereka terlihat cukup emosi saat itu. Aku yakin mereka membicarakan sesuatu yag sangat penting, karena apapun hal yang mampu membuat mereka berdebat dipastikan merupakan sesuatu yang sangat genting.
Ketika aku coba bertanya pada seorang kakek yang duduk dekat dengan mereka, saat mereka telah pergi, kakek itu menjawab.
“Mereka berbincang tentang kopi pahit.”