go ahead..

Feb 11

Si Doel Anak Sekolahan

Si Doel Anak Sekolahan. Mungkin kita sudah tidak asing dengan judul film yang sangat fenomenal pada masanya. Tokoh-tokoh yang mengisinya masih terasa sangat dekat dengan kita, terasa sangat kita kenal, terasa angat nyata bagi kita, seolah-olah tokoh-tokoh itu hidup berdampingan dengan kita. Meski saat itu mungkin kita tak lebih dari seorang anak kecil ataupun ABG yang sejatinya masih terombang-ambing oleh pengaruh lingkungan, kita mampu memahami bahwa film yang ditayangkan di salah satu stasiun swasta itu bukan sekedar film biasa, tapi luar biasa. Jika dilihat lebih dekat, banyak sekali pesan-pesan moral yang mampu kita ambil darinya. Mari kita lihat satu persatu tokoh untuk mengetahui pesan apa saja yang terkandung dalam film itu.
Doel, sang tokoh utama yang diperanka dengan sangat baik oleh Rano Karno ini sangat kental akan adat betawi yang dekat dengan kesan serba “pas-pasannya.” Dia ingin mendobrak paradigma yang mengatakan bahwa anak betawi asli tak mampu hidup berlebih. Ambisinya itu dia mulai dengan melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah. Dia mengambil jurusan teknik mesin yang bagi orang tuanya sangat gelap. Dan saat ayahnya bertanya besarkah gaji tukang insinyur, Doel hanya menjawab, “Ya, lumayan, Beh.”
Dia sangat menghormati ayahnya meski terkadang ayahnya sering menekannya dengan pertnyaan-pertanyaan yang menyudutkannya tentang masa depan sang anak kemudian hari. Pernah dalam suatu episodenya, Doel dilarang bekerja karena ayahnya mengetahui bahwa Doel hanya menjabat sebagai supir. Babeh-ayah Doel- berang karena anaknya yang selama ini dia banga-banggakan, anak yang dia sekolahkan tinggi, anak yang memutuskan cita-citanya untuk pergi naik haji bersama istrinya, kini hanya bekerja menjadi seorang supir. Namun Doel tahu bahwa Babeh hanya menginginkan yang terbaik untuknya, maka ia ikuti perintah sang ayah.
Babeh, diperankan oleh Sang Legenda: H. Benyamin (alm) mampu membuat penonton merasakan wibawanya sebagai pemimpin keluarga ajaib itu. Wibawa yang tak pernah akan luntur meski candaan kocak sering keluar dari mulut yang diselingi kumis ulat bulu hitamnya itu. Sosok beliau sangat dihormati oleh setiap anggota keluarga Doel. Sosok seorang bapak yang tegas tercermin jelas dalam perangainya yang keras. Hanya masa depan Doel-anaknya- yang dia pikirkan. Meski kadang beliau kasar tehadap Doel, namu jauh dalm hatinya beliau sangat mencintai anak yang dibanggakannya itu. Keinginannya untuk pergi haji bersama istrinya pun dia kubur dalam-dalam demi mengkuliahkan Doel.
Pengorbanan seorang ayah yang terkadang tertutup oleh tirai tebal sikap keras yang senantiasa beliau pancarkan di depan anak-anaknya. Tak ada harapan bagi seorang ayah, melainkan kesuksesan anak-anaknya.
Mak Enya, seorang ibu yang mencintai anak-anaknya dengan sangat. Tokoh ibu sempurna ini diperankan oleh _ _ _. Tak terlihat kesan lelah sedikitpun pada air wajahnya bila berhadapan dengan anak-anaknya. Meski dia harus menghadapi suami yang keras terhadapnya, juga pada anak-anaknya, dia tak pernah kehilangan senyum di bibirnya.
Dia selalu mendukung usaha-usaha yang dilakukan kedua anaknya, Doel dan Atun. Dia lah yang menjadi rumah” bagi hati sang anak, Doel, yang hancur terluka bila Babeh memojokkannya. Tak ada tempat lain selain Mak Enya. Tak ada.

…………..tu bi kontinyu…

Feb 07

hujan dan kemarau

Kemarin aku bertemu dengan hujan dan kemarau yang sedang berdebat kecil di warung kopi di ujung jalan sana.

Tak jelas yang mereka debatkan, karena aku duduk cukup jauh dari mereka. Namun yang jelas, mereka terlihat cukup emosi saat itu. Aku yakin mereka membicarakan sesuatu yag sangat penting, karena apapun hal yang mampu membuat mereka berdebat dipastikan merupakan sesuatu yang sangat genting.

Ketika aku coba bertanya pada seorang kakek yang duduk dekat dengan mereka, saat mereka telah pergi, kakek itu menjawab.

“Mereka berbincang tentang kopi pahit.”

satu.

satu.

dua.

tiga.

empat.

lima.

enam.

tujuh.

delapan.

sembilan.

selesai.

Jan 29

Si Doel anak Sekolahan..

Seorang anak betawi asli yang berusaha menggebrak paradigma kuno yang menempatkan seorang anak betawi selalu menjadi pedagang dengan lulus kuliah di sekolah tinggi…

Kini dia tengah mencari pekerjaan untuk membuat orang di sekelilingnya bangga karena telah mendukungnya sekian lama, terutama Babeh Beni yang sangat amat menginginkan untuk naik haji dari hasil gaji pekerjaan anaknya nanti..

Namun kini dia menghadapi kesulitan untuk menpatkan pekerjaan tersebut, karena ternyata nyatanya di lapangan, seorang sarjana pun sulit untuk masuk ke dalam dunia kerja.

Ada apa dengan negeri ini?? Apa seorang sarjana harus tetap sulit mencari pekerjaan meski memiliki skill yang mumpuni??

Dewasa ini banyak sekali yang bernasib sama dengan Si Doel, sulit mendapatkan pekerjaan di negeri sendiri. Sehingga jangan anda merasa aneh bila banayak para ahli pergi ke luar negeri untuk bekerja. Karena mereka merasa tak mendapatkan penghargaan atas intelektualitasnya di negeri sendiri. Salah satunya ialah mantan presiden kita, Bapak B.J. Habibie.

Bagaimana dengan nasibku nanti??

fffhhhhiiiuuuuhhh……

Guys, who know?

Jan 25

eneng, ngke antosan heula…

haha…

eneng-eneng…

gag ngerti aku dengannyah…

apa yg salag dengannyah??

ato emang aku yg salah??

ada yg bsa jwab??